Ribut Tentang Autopsi Kim Jong-Nam, Malaysia Minta Korut Patuh Hukum

Kuala Lumpur, Pihak berwenang Korea Utara dan Malaysia sempat mengalami ketegangan diplomatis dikarenakan jenazah Kim Jong-Nam yang tak kunjung dikembalikan ke tanah kelahirannya, Korea Utara. Pihak Negeri Jiran menghimbau agar pihak Korea Utara mematuhi hukum yang berlaku di negeri tersebut. Ucap Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Sri S Subramanian pada wartawan berita setempat, seperti yang diutarakan kantor berita Bernama, “Korea Utara bisa menolak atau menunjukkan ketidaksepakatan. Tapi kita melakukan hal-hal ini berdasarkan aturan hukum kita. Sesuatu terjadi di negara kita. Kita tidak melakukannya sesuai hukum mereka,”. Hal itu diucapkan Datuk Seri S Subramanian secara tegas. “Jika pembunuhan atau kematian (terjadi) di negara kita, maka ada proses yang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas dalam forensik sejauh yang kita ketahui,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Malaysia itu juga memberikan komentar terhadap Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol, yang menuduh Malaysia dengan sengaja menolak memberikan jenazah Jong-Nam kepada pihak berwenang Korea Utara. Pihak berwenang Korea Utara sebelumnya juga meminta tim forensik Malaysia untuk tidak mengautopsi jenazah Kim Jong-Nam.

Tudingan itu juga menyebabkan tuduhan tuduhan lain, Duta Besar Kang juga menuding alasan Malaysia menutup nutupi hal ini karena mereka bersekongkol dengan pihak luar yang ingin mencelakakan Korea Utara. “Pihak luar” yang dimaksud di sini adalah Korea Selatan, musuh Korea Utara.

Pada momen yang berbeda, Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Khalid Abu Bakar, meminta pihak Korut untuk mematuhi hukum yang berlaku di Malaysia. Tudingan bahwa Malaysia sengaja menunda proses penyerahan jenazah Kim Jong-Nam kepada Korut juga dibantah oleh Malaysia.

khalid_abu_bakar_1104_(1).jpg

Khalid Abu Bakar juga menegaskan, proses penyelidikan juga tidak akan lengkap jika tidak ada sampel DNA dari keluarga Kim Jong-Nam. Khalid Abu Bakar menyarankan agar Korut bernegosiasi kepada pengacara keluarga Kim Jong Nam supaya dapat menepati hukum di Malaysia.

Khalid Abu Bakar juga mengucapkan lewat Bernama pada Sabtu, 18 Februari 2017 “Pengacara mereka bisa memberikan saran. Kita punya aturan di Malaysia. Saat berada di Malaysia, semua orang harus mematuhi dan mengikuti aturan … juga berlaku untuk Korea Utara,”

Saat ditemui pada Jumat malam, 17 Februari 2017, Duta Besar Kang enggan menjawab pertanyaan apakah benar pria Korea Utara yang meninggal di Malaysia benar benar Kim Jong-Nam. Dia hanya menyampaikan argumen bahwa pria yang tewas masih memegang paspor dipomlatis dan di bawah perlindungan konsuler Korea Utara.

subra-bernama-271016-735x440-ashx

Duta Besar Korea Utara juga menyampaikan dengan tegas, bawa apapun hasil autopsi tersebut, tidak akan diakui. Ia meminta jenazah tersebut segera diserahka ke pihak Korea Utara. Masalah ini akan dibawa ke Mahkamah Internasional jika permintaan tersebut tidak kunjung dilakukan, tambah Kang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s