Honda dan Yamaha Didenda Puluhan Miliar karena Dituding Bersalah

Jakarta – Dua produsen motor asal Jepang PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), dianggap bersalah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena terbukti melakukan praktik kartel, dalam penetapan harga jual sepeda motor skuter matik.Akibat permasalahan tersebut, kedua perusahaan tersebut dikenai denda hingga puluhan miliar. YIMM dikenai denda Rp 25 miliar dan AHM sebesar Rp 22.5 miliar.

“Majelis komisi menentukan denda dalam penentuan besaran denda dengan menambahkan 50% terhadap pihak terlapor 1 (YIMM) karena memberikan data yang di manipulasi dan Terlapor 2 (AHM) dikurangi sebesar 10 persen dari besaran proporsi denda karena kooperatif dengan menghadirkan saksi dari Presiden Direkturnya,” kata anggota Majelis R. Kurnia Sya’ranie di Ruang Sidang KPPU, Jakarta, Senin (20/2/2017).

“Menghukum terlapor I (YIMM) denda sebesar Rp 25 miliar dan disetor ke Kas Negara. Menghukum terlapor II (AHM) sebesar Rp 22,5 miliar,” lanjut Kurnia.Kedua perusahaan tersebut diberi waktu 14 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Negeri sejak menerima surat putusan dari Panitera.Majelis Komisi menilai terlapor dari 3 hal, yaitu pertemuan di Lapangan Golf, Surat elektronik tanggal 28 April 2014, dan surat elektronik 10 Januari 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s