Kasus Suap Akil Mochtar Bisa Dikategorikan Pidana Korporasi

Jakarta – Peraturan Mahkamah Agus (Perma) nomor 13 tahun 2016 tentang tindak pidana korporasi menjadi ‘senjata baru’ KPK untuk menindak dugaan korupsi yang terjadi di korporasi.Contohnya adalah kasus suap Akil Mochtar.

“Kasus suap Akil Mochtar misalnya, dia menerima suap tidak langsung, tapi oleh pihak lain dan masuk ke rekening istrinya. Itu bukan nama istrinya tapi atas nama perusahaan tertentu itu kan sudah masuk korporasi, ” ucap hakim agung MA, Suhadi.

Ia juga mengatakan bahwa Perma ini digunakan sebagai bentuk perkembangan dari regulasi yang ada sehingga memungkinkan untuk menelurusi rentetan korupsi dalam sebuah korporasi.

“Ini merupakan perkembangan dari regulasi yang ada, seperti UU perseroan terbatas bentuk pertanggungjawaban PT hanya sebatas saham yang ditempatkan. Jadi kalau di rapat internal, direksi dalam melakukan pidana misal TPPU mereka bisa mengatakan tidak berbuat apa-apa tapi uang yang masuk ke korporasi menghasilkan suatu keuntungan dan itu memungkinkan untuk dijerat,” sambungnya.

“Contoh lain misalnya panitera diberikan uang untuk pernikahan tapi saat ditelusuri uang itu keluar dari korporasi. Maka ini menjadi rentetan kejahatan walau uang yang keluar ada dalam pembukuan, berarti korporasi sudah melakukan tindak pidana,” jelas Suhadi yang juga juru bicara MA itu.

Sebelumnya, Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK) menyebutkan bahwa Perma itu akan menjadi senjata baru bagi KPK. Saut juga berharap upaya pembasmian korupsi tidak hanya dilakukan dengan satu cara.

“Jadi OTT (operasi tangkap tangan) itu tidak jadi ukuran, sehingga tidak ada cara tunggal memberantas korupsi,” imbuh Saut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s